Pada Bulan Mei 2022 dari 90 kota pantauan IHK nasional, sebanyak 87 kota mengalami inflasi dan 3 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 2,24 persen dan terendah sebesar 0,05 persen terjadi di GunungSitoli dan Tangerang. Sementara itu deflasi tertinggi terjadi di Kotamobagu sebesar -0,21 persen dan terendah sebesar -0,02 persen terjadi di Merauke
Provinsi Kalimantan Timur (Gabungan Kota Samarinda dan Kota Balikpapan) pada Mei 2022 terjadi inflasi sebesar 0,59 persen dengan tingkat inflasi tahun kalender 3,02 persen dan tingkat Inflasi tahun ke tahun sebesar 4,27 persen.Pada Mei 2022 terjadi inflasi untuk Kota Samarinda sebesar 0,64 persen dan di Kota Balikpapan juga terjadi inflasi sebesar 0,52 persen.Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh meningkatnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,34 persen; diikuti oleh kelompok transportasi sebesar 1,05 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,65 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,35 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,30 persen; kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,24 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,12 persen; kemudian kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran dengan inflasi sebesar 0,05 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan indeks pada Bulan Mei yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar -0,31 persen. Untuk kelompok pendidikan pada periode Bulan Mei 2022 tidak terjadi perubahan harga dan cenderung stabil.